Bagaimana sikap Antum terhadap sepak terjang Aktivis Jaringan Islam Liberal?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Bagaimana sikap Antum terhadap sepak terjang Aktivis Jaringan Islam Liberal?

Post by Eko Witono on Mon Aug 25, 2008 2:36 am

Ass Wr.Wb.
Akhi/Ukhti fil lah.. Kalau Antum semua sudah pernah membaca tulisan salah satu aktivis JIL (Jaringan ISlam Liberal) yaitu Goenawan Muhammad di Catatan Pinggir Majalah Tempo yang dinahkodainya, ada tulisan ybs perihal Ust.Abu BAkar Ba'asyir yang sangat menusuk perasaan kita sebagai mantan murid beliau. Bagaimana tanggapan Antum? Apa yang harus kita lakukan untuk mengcounter opini mereka yang cenderung memutar balikkan fakta? Mari bersama-sama kita membendung propaganda aktivis JIL (Jaringan Islam Liberal) dalam berbagai forum dan kesempatan. Innallah ma'ana..
Wass Wr.Wb.

Eko Witono

Jumlah posting : 37
Age : 49
Points : 48
Registration date : 13.08.08

http://puzzlekayuqu.blogspot.co.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana sikap Antum terhadap sepak terjang Aktivis Jaringan Islam Liberal?

Post by qolbi_muth on Wed Aug 27, 2008 3:55 pm

Pak Goenawan Muhammad? Saya pernah bahkan sering membaca tulisan-tulisan beliau di halaman belakang majalah Tempo. Memang beberapa orang mengindikasikan beliau sebagai salah seorang tokoh JIL. Dalam permasalahan agama, tentu saja saya tidak pernah menjadikan beliau rujukan. Namun dalam beberapa hal, sayapun harus mengakui bahwa pemikiran dan tulisan beliau terkadang juga bagus. Tentang tulisan beliau yang terkesan
mengajari Ust. Abu bakar Ba’asyir dalam masalah Keimanan, sudah banyak yang meng-counter di Internet dan beberapa media, seperti Hidayatullah.

Tentang JIL, memang saat ini usaha untuk menghancurkan islam justru dilakukan oleh orang-orang yang belajar mendalami islam, namun tidak merujuk pada sumber aslinya. Justru lebih bangga dengan belajar kepada orientalis-orientalis barat yang notabene adalah musuh islam. Bersyukur di Indonesia kita punya orang-orang seperti Pak Adian Husaini, pak Adnin Armas, Hamid Fahmi Zarkasyi, dkk yang tergabung dalam INSIST (Institute for The Study of Islamic Thought and Civilizations) dengan majalah ISLAMIAnya yang dengan gencar berusaha meng-counter pemikiran-pemikiran nyeleneh para aktivis JIL dengan bahasan yang ilmiah pula.

Kitapun patut berbangga, salah satu alumni Ngruki, DR. Ahmad Zain An-Najah juga termasuk salah satu petinggi INSIST yang juga concern dalam hal ini. ada baiknya alumni-alumni kita yang lain, dengan basic agama yang cukup memadai untuk lebih meningkatkan kapasitas keilmuannya guna menyelamatkan ummat dari bahaya perang pemikiran seperti ini. hanya mengandalkan bekal dari pesantren saja tidak cukup. Maka sangat baik kiranya ketika dalam acara temu alumni 4 Juli kemarin, Ust. Zain An-Najah menawarkan beasiswa 1000 kader ulama yang terbuka untuk semua jurusan, yang bersedia untuk mempelajari islam lebih dalam guna menyelamatkan dien ini dari musuh-musuh yang ternyata justru berasal dari umatnya sendiri. Beasiswa ini diluncurkan oleh DDII (dewan dakwah islamiyah Indonesia) bekerjasama dengan BAZNAS. Info lebih lengkap, silahkan buka blog ust. Zain An-Najah:http://ahmadzain.com/index.php?option=com_content&task=view&id=47&Itemid=47program 1000 kaderisasi ulamahttp://ahmadzain.com/index.php?option=com_content&task=view&id=47&Itemid=47program kaderisasi ulamaBerikut cerita salah seorang teman yang S1nya Teknik Sipil ITB, tapi melanjutkan S2 filsafat pemikiran Islam. (blogger : www.akmal.multiply.com). Dia termasuk salah satu penerima beasiswa tersebut:

==============================

Pergumulan pemikiran Islam di Indonesia sedang dan akan semakin seru di masa depan, dengan semakin aktifnya pusat-pusat studi Islam di Barat (dan underbouw-nya) untuk mengkader para cendekiawan Muslim agar mengikuti "sunnah" mereka dalam berpikir dan beraktivitas. Jika anda merasa berotak lumayan encer, sarjana S-1 bidang apa saja, merasa terpanggil untuk terjun dalam dakwah bidang pemikiran Islam -- dan tidak hanya sebagai penonton saja, maka jangan lewatkan untuk bergabung dalam program S-2 ini. Pendaftaran S2 bidang pendidikan dan pemikiran Islam UIKA Bogor dirancang bukan sebagai program S-2 biasa. Program ini memadukan antara konsep ilmu dan amal sekaligus, sebagaimana harusnya sebuah proses Pendidikan Islam.

Program ini telah mulai penerimaan mahasiswa baru untuk program reguler mulai perkuliahan Maret 2008. Program ini diselenggarakan untuk menyiapkan kader-kader intelektual Muslim yang menguasai dengan baik bidang pendidikan dan pemikiran Islam. Beberapa mata kuliah dan dosen yang mengasuh adalah : Islamic Worldview (Adian Husaini MA, Adnin Armas MA, Henri Shalahudddin MA, Nirwan Syafrin MA), Studi Ulum al-Quran (Prof. Dr. Didin Hafidhuddin dan Dr. Ibdalsyah), Studi Hadits (Dr. Luthfi Fathullah), Konsep Islamisasi Ilmu (Adnin Armas, MA), Kapita Selekta Pendidikan dan Pemikiran Kontemporer (Dr. Hamid F. Zarkasyi), Studi Kristologi dan Orientalisme (Adian Husaini MA, Mowo Purwito MTh), Pemikiran dan Firqah Klasik (Dr. Suhairy Ilyas), Peradaban Islam (Dr. Didin Saefuddin), dan sebagainya. Info selanjutnya silakan hubungi sekretariat Program Pasca Sarjana UIKA.

=============================
avatar
qolbi_muth

Jumlah posting : 10
Age : 29
Points : 0
Registration date : 17.07.08

http://qolbimuth.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

menanggapi

Post by M. Irsyad on Sun May 24, 2009 12:32 am

terserah orang mo menilai ustadz abu bakar ba'asyir tu sperti apa..
toh kita yg lebih mengetahui ustadz abu bakar ba'asyir tu sperti apa..

M. Irsyad

Jumlah posting : 2
Age : 30
Points : 4
Registration date : 23.05.09

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana sikap Antum terhadap sepak terjang Aktivis Jaringan Islam Liberal?

Post by Eko Witono on Sat Jun 13, 2009 10:34 am

Asw Akhi Qalbi Muth wa Akhi M.Irsyad.. Jazaakumullah atas sumbangan pemikirannya. Sebagai mantan murid Al-Mukmin, baik yang tammah maupun tidak, secara moral kita memang berkewajiban meluruskan segala pemberitaan di berbagai media massa, baik yang menyangkut Ma'had maupun tulisan seputar Islam yang dipropagandakan oleh para aktivis JIL. Hal tersebut fardhu kifayah, kalau tidak bisa disebut fardhu'ain. Mengapa? Karena apa bila kita mengetahui kemungkaran apa pun bentuk dan isinya, maka wajaba'alayya untuk meluruskannya, meski pahit sekalipun. Saat ini, bersikap defensif saja tidak cukup, karena banyak masyarakat yang gelisah melihat fenomena syiar Islam yang banyak melenceng pada jalurnya. Memang Allah SWT tidak pernah melarang seseorang itu harus masuk Islam, tapi kalau bersikap muna bahkan fasiq, maka wajib hukumnya bagi kita semua tampil ke depan membela Islam, li 'illaai' Kalimatillah, sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Hakadza Akhi.. La'allaaha ma'ana.. amien.. Wsw

Eko Witono

Jumlah posting : 37
Age : 49
Points : 48
Registration date : 13.08.08

http://puzzlekayuqu.blogspot.co.id/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana sikap Antum terhadap sepak terjang Aktivis Jaringan Islam Liberal?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik